Nah penjelajahan terakhir adalah Bontang yang masih merupakan wilayah dari Kukar. Berangkatnya setelah shalat subuh bareng bapak sama Om naik mobilnya Om. Suka banget pemilihan waktu berangkatnya soalnya pemandangannya itu loh Hijau segar dimana mana dengan kabut tipis-tipis yang masih tersisa.. Sepanjang jalan Om sama bapak cerita ngalor ngidul nostalgia masa lalu waktu bapak masih suka jualan kayu antar pulau.. hihi Aku asyik aja menikmati pemandangan dari kursi belakang. Banyak banget pepohonan hijau yang bisa dilihat. Bapak pun cerita kalo kita bakal lewatin gunung menangis yang kabarnya sih dulu termasuk angker. Eh sampe di lokasi yang disebut gunung menangis yang dilihat bukan lagi gunung hijau menakutkan tapi gunung gundul yang hampir rata karena akan dibangun jalan. Sampe di Bontang kita langsung ke rumah kakek. Hal unik dari jalanan di Bontang adalah papan bertuliskan nama-nama Allah atau Asmaul Husna yang bisa dilihat sepanjang jalan. Katanya sih ada jumlahnya 99 sesuai ju...
"Twenty years from now you will be more disappointed by the things that you didn't do than by the ones you did do. So throw off the bowlines. Sail away from the safe harbor. Catch the trade winds in your sails. Explore. Dream. Discover" -Mark Twain