Skip to main content

Posts

Showing posts with the label Catatan Perjalanan

Sorowako : Desa Nikel

Minggu lalu habis berkunjung ke Sorowako. Sebuah desa tambang penghasil nikel di Kab. Luwu Timur. Tepatnya disitulah salah satu MNC besar asal Brasil bernama PT. Vale Indonesia Tbk. Ini merupakan ketiga kalinya aku ke Sorowako sejak kakak keduaku bekerja di perusahaan yang dulunya bernama Inco ini.

Jelajah Borneo 2 : KM Lambelu, Suku Dayak dan Kebun Raya

Jadi di penghujung tahun 2016 akhirnya dapat kesempatan lagi buat berkunjung ke Borneo, lebih tepatnya di Kalimantan Timur. Kali ini aku gak sendirian tapi rame-rame sama keluarga soalnya ada sepupu yang mau nikah (nyesek yang nikah adikku.. hiks). Dan kali ini kita gak naik pesawat tapi naik Kapal laut berjenis Kapal Motor. Kita berangkatnya lewat pelabuhan Parepare naik KM. Lambelu. Karena jadwal keberangkatan kapal jam 7, otomatis kita harus siap-siap jam 5, jadilah di pagi buta yang masih gelap kita sudah harus ada di pelabuhan. Sebenarnya bagus juga sih naik kapal soalnya lebih murah (setengah harga naik pesawat, lumayan kan).

Jelajah Borneo : Pulau Kumala

Yay, Akhirnya bisa ke pulau Kumala. Sebenarnya ini di luar rencana sih soalnya aku tadinya ke Tenggarong buat liat Erau, salah satu adat tahunan dari Kutai Kertanegara. Erau berasal bahasa Kutai eroh yang artinya ramai, riuh, ribut, suasana yang penuh sukacita. Dalam pengertian yang paling sederhana, erau atau eroh adalah pesta yang diselenggarakan oleh sekelompok orang dengan berbagai kegiatan yang mempunyai maksud dan mengandung makna, baik bersifat sakral, ritual maupun hiburan.

Jelajah Borneo : Belajar Asmaul Husna di Bontang

Nah penjelajahan terakhir adalah Bontang yang masih merupakan wilayah dari Kukar. Berangkatnya setelah shalat subuh bareng bapak sama Om naik mobilnya Om. Suka banget pemilihan waktu berangkatnya soalnya pemandangannya itu loh Hijau segar dimana mana dengan kabut tipis-tipis yang masih tersisa.. Sepanjang jalan Om sama bapak cerita ngalor ngidul nostalgia masa lalu waktu bapak masih suka jualan kayu antar pulau.. hihi Aku asyik aja menikmati pemandangan dari kursi belakang. Banyak banget pepohonan hijau yang bisa dilihat. Bapak pun cerita kalo kita bakal lewatin gunung menangis yang kabarnya sih dulu termasuk angker. Eh sampe di lokasi yang disebut gunung menangis yang dilihat bukan lagi gunung hijau menakutkan tapi gunung gundul yang hampir rata karena akan dibangun jalan. Sampe di Bontang kita langsung ke rumah kakek. Hal unik dari jalanan di Bontang adalah papan bertuliskan nama-nama Allah atau Asmaul Husna yang bisa dilihat sepanjang jalan. Katanya sih ada jumlahnya 99 sesuai ju...

Jelajah Borneo : Handil Muara Jawa

Setelah Tenggarong, sekarang kita berpindah ke kawasan tambang yang masih merupakan wilayah Kutai Kertanegara. Sebut saja Handil yang terletak di Kecamatan Muara Jawa. Jadi hampir sama dengan Samarinda aku juga dua kali ke Handil. Di daerah ini sangat banyak sepupu-sepupuku yang memang sebagian besar bekerja di perusahaan-perusahan yang ada disini. Sebut saja dua perusahaan besar yaitu Total dan Meindo. Dulunya setiap hari kita akan melihat ramainya karyawan dengan berbagai macam warna pakaian merah, orange, biru, ungu, hitam, pink lalu lalang untuk pergi ataupun pulang kerja. Ada yang berjalan kaki, naik sepeda ataupun motor. Pokoknya ramai deh. Tapi semenjak krisis menyerang wilayah kaltim, jumlah karyawan menurun drastis akibat pengurangan alias phk. Kos-kosan yang bertebaran disekitar perusahaan kebanyakan kosong tak berpenghuni. Pokoknya miris lah. Untung saja sebagian besar sepupuku masih bisa kerja. Mari berdoa supaya krisis bisa teratasi dan keadaan bisa stabil. Nah, diluar pe...

Jelajah Borneo : Tenggarong Kota Raja

Nah, dari Balikpapan ke Samarinda dan sekarang berpindah ke Kutai Kertanegara. Tau kan Kutai? Yup kerajaan Hindu pertama di Indonesia adalah Kerajaan Kutai. Nah karena kutai itu lumayan luas meski perjalananku sangat singkat (Kadang cuma numpang makan aja di suatu daerah), tapi aku ingin membaginya jadi 3 yaitu Tenggarong, Muara Jawa (Handil) dan Bontang. Lembuswana simbol Kutai Kartanegara Mari mulai di Tenggarong dimana bekas peninggalan kerajaan kutai kertanegara sangat terasa. Aku berangkat ke Tenggarong bersama Keluarga yang menjemput di Terminal Samarinda. Untuk ke Tenggarong sendiri hanya menempuh jarak 1 jam. Kesan pertama untuk Tenggarong keren, kotanya disusun dengan sangat baik. Meski dibangun menjadi kota modern tapi unsur sejarah yang melekat pada daerah ini tetap di pertahankan. Salah satunya adalah istana yang masih ada tentunya dengan raja yang menjadi simbolnya. Yang kedua adalah tempat favoritku kalo sedang keluar kota, bukan gunung ato pantai apalagi mall tapi M...

Jelajah Borneo : Samarinda Kota Tepian

Pintu Masuk Mahakam Lampion Garden Ada replika Pisa dan Eiffelnya  My Personal Guide a.k.a Sepupu Jadi pasca lebaran akhirnya punya kesempatan untuk keluar kota mengunjungi keluarga. Ada beberapa kota yang kukunjungi di Kaltim ini. Kota pertama adalah Samarinda, si ibukota provinsi Kaltim yang terletak di tepian sungai mahakam. Apa yang kuingat dari Samarinda dulunya adalah untuk ke sana harus memakai katinting (kapal) melewati sungai mahjiakam dari Handil, Muara Jawa. Ternyata sekarang sudah sangat jarang. Untuk ke Samarinda cukup gampang, karena tinggal di daerah kilo jadinya cukup tunggu mobil di jalan depan tanpa harus ke terminal terlebih dahulu. Aku berangkat bersama kakak di hari kedua lebaran. Dan benar saja, tepat saat kami keluar sudah ada bus samarinda yang akan lewat. Meski masih suasana lebaran tapi orang yang ke Samarinda lumayan banyak jadinya dapet tempat duduk dekat pintu depan yang menghadap ke samping. Tapi gak apa-apa masih bisa menikmati pemandan...