“Kita’ (Baca:Kamu) dag tau rasanya jadi saya” Sedikit familiar dengan judulnya? Yup, terinspirasi dari sebuah film pendek yang dibikin oleh salah satu senior berjudul “4 Alfabet di depan namaku”. Jujur aku belum nonton filmnya, Cuma nonton trailernya di Youtube. Tapi aku tertarik dengan monolog sang tokoh, Ia mengucapkan kalimat di atas. Aku merasakan susahnya menjadi dirinya. Nama adalah sesuatu yang mengikat kita. Namamu bisa membuat orang menghormatimu maupun menginjak-injakmu. Lalu apa 3 Huruf di belakang namaku? Yah seperti yang kalian tahu namaku sederhana, Yulianti Asyik. Bukan nama keren (katanya) seperti nama-nama Barat. Bukan nama-nama alim (Katanya) seperti nama-nama Arab. Katanya diberi oleh salah satu pamanku. Meski begitu aku tetap bangga menyandangnya, ada nama ayahku dibelakangnya. Lalu kenapa harus mengejar 3 Huruf di belakangnya? Well, katanya aku harus sarjana agar hidup kami lebih baik. Yah ayahku seorang petani lulusan SD yang sangat berharap dan berusaha...
"Twenty years from now you will be more disappointed by the things that you didn't do than by the ones you did do. So throw off the bowlines. Sail away from the safe harbor. Catch the trade winds in your sails. Explore. Dream. Discover" -Mark Twain